Atap Rumah Cekung, Cocok guna Negara Beriklim Kering

Kelangkaan air semakin hari semakin terasa secara merata di semua dunia. Bahkan, ada sejumlah daerah yang krisis airnya lebih parah, khususnya di distrik gersang, di mana pendataan air hujan lebih rumit sebab tingginya tingkat rata-rata penguapan dan rendahnya curah hujan tahunan.

Untuk itu, perusahaan arsitek yang berbasis di Iran, BMDesign Studios memberikansolusi atas persoalan tersebut dengan merancang suatu atap ganda yang dinamakan Concave Roof atau atap cekung. Model atap dirancang guna mengoleksi dan menyimpan air hujan, sampai-sampai menjadikannya sebagai pendingin alami.

Sistem atap ganda unsur kubah bawah bermanfaat sebagai lokasi penampung air berbentuk mangkuk, dirancang untuk menolong hujan mengalir ke atap. "Pada kesudahannya air hujan bakal menyatu menjadi lebih besar, tepat guna dimanfaatkan sebelum kesudahannya mereka (air yang terkumpul) menguap," kata arsitek sebagaimana dikutip dari laman inhabitat.

Susunan atapnya terbagi dua. Pertama, atap berbentuk cekung, kedua, berbentuk cembung. Atap berbentuk cekung sedang di atas atap cembung untuk menjadikannya sebagai pendinginan alami melewati warna dan gerakan angin antara dua atap ini.

Area lokasi berkumpulnya air berbentuk mangkuk curam oleng untuk menyalurkan tetesan air hujan mengarah ke pusat pengumpulan, di mana hujan disalurkan ke waduk. Waduk ditempatkan salah satu dinding bangunan untuk menolong mengatur suhu ruangan. Dengan sistem ini, arsitek memperkirakan 28 meter kubik (m3) air bisa dimanfaatkan dengan melulu permukaan atap berbentuk cekung seluas 923 meter persegi.

Atap Rumah Cekung, Cocok guna Negara Beriklim Kering