Awas, Penggunaan Medsos yang Tak Bijak Bisa Pengaruhi Karir


Media sosial menjadi di antara konten yang paling tidak sedikit diakses masyarakat Indonesia lewat internet.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengungkapkan, pemakai media sosial di Indonesia menempari urutan nomor enam di dunia dengan pemakai aktif ponsel selama 281,9 juta.

Banyaknya permasalahan penyalahgunaan internet --termasuk media sosial-- guna hal-hal negatif, menciptakan pemerintah terus mengkampanyekan internet positif.

"Jangan takut memakai internet, namun gunakanlah guna hal positif saja," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam seminar bertema "Internetku Baik, Internetku Asyik" di Wisma Antara, Jakarta Pusat.

Salah satu teknik memanfaatkan media sosial guna hal positif ialah untuk membina karir.

Rudi menambahkan, ketika ini lamaran kerja telah tak lagi laku. Perusahaan menurutnya lebih sering menyaksikan akun media sosial calon karyawannya guna mencaritahu apakah calon karyawan itu memiliki jati diri yang baik.

"Semua yang di-posting akan terdaftar di server dunia maya. Tercatatnya bukan seumur hidup, namun seumur-umur. Artinya, bila sekarang telah ada yang senior, orangnya telah meninggal, daftar (dunia maya) tetap ada," ujarnya.

Pada masa perekrutan, perusahaan jaman kini akan memeriksa semua akun media sosial calon karyawan. Catatan positif dan negatif pun bakal keluar.

Karenanya Rudi mewanti-wanti semua pihak untuk memakai media sosial guna hal-hal positif. Sebab, media sosial yang dipakai untuk urusan negatif bakal merugikan karir anda sendiri.

"Jadi saya minta, teman-teman seluruh perbanyaklah posting positif. Karena apakah terdapat perusahaan yang inginkan terima karyawan yang suka posting negatif? Tidak," ujar profesional di bidang telekomunikasi tersebut.

Awas, Penggunaan Medsos yang Tak Bijak Bisa Pengaruhi Karir